HeadlinesRadio

Sinfoni Beri Pelatihan Jurnalistik dan Mading pada Acara Bagi-bagi Buku di SMA Islam Al Fallah Lombok Barat

Antusias peserta pelatihan jurnalistik radio, hari ini, di SMA Al Fallah Bukit Tinggi, menyimak materi reportase dari Sinfoni. FOTO SINFONI

RADIO SINFONI, Lombok Barat – Program bagi-bagi buku atau Si – Babu sukses dilakukan anggota komunitas Radio Sinfoni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Mataram di SMA Islam Al Fallah, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Si – Babu adalah akronim dari Sinfoni Bagi-Bagi Buku. Hadir mewakili Kepala Sekolah Ibu Qoriatun di SMA Al Fallah dan ikut menyaksikan langsung pelatihan jurnalistik bagi puluhan siswa dan siswi SMA Al Fallah.

Tampil sebagai pemateri pelatihan jurnalistik (radio), yakni editor senior website www.radiosinfoni.com Kak Nayya. Dibantu beberapa anggota dari divisi reporter Radio Sinfoni. Pelatihan berlangsung seru dengan tanya jawab bersama peserta. Bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa buku cerita bergambar atau novel.

Pelatihan jurnalistik Radio Sinfoni berisikan seputar struktur organisasi di dalam Radio Sinfoni. Berikut Sumber Daya Manusia di tengah-nya. Ada pula pengenalan tugas fungsi penyiar serta reporter. Termasuk teknik mewawancarai narasumber.

Pelatihan jurnalistik radio oleh Kak Nayya, editor senior radiosinfoni.com, seputar prinsip 5W+1H di hadapan siswa Al Fallah. Pelatihan bersifat dasar. FOTO SINFONI

Pelatihan jurnalistik radio dilanjutkan dengan teknik pembuatan majalah dinding (mading). Mading merupakan sarana bagi calon reporter untuk belajar memproduksi karya jurnalistik. Melalui uji coba mengungkapkan pendapat siswa teknik pembuatan mading mendapat perhatian yang serius dari peserta.

Baca Juga :  Globalisasi Buat Anak Muda Indonesia Makin Kolektif

Pelatihan majalah dinding dipimpin Kak Zila, dan Kak Rohana, yang juga dari Divisi Mading Sinfoni bersama crew lainnya.

Mading diserahkan tim mading Sinfoni sebagai simbolis atas kesuksesan ungkap pendapat di tengah pelatihan dan dapat direplika ke depannya. FOTO KONTRIBUTOR

Ibu Qoriatun menyatakan, pelatihan jurnalistik dasar disertai dengan humor dan apa adanya bisa membuat peserta berani berpartisipasi. Namun, bila diminta langsung berinovasi akan terasa sulit.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang hadir. Semoga ini menjadi permulaan yang hebat untuk ke depannya,” katanya.

Teks & Editor: Kontributor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *