Radio

Keberagaman Jadi Modal Pembangunan Walikota Mataram 2010-2015 dan 2016-2021 H. Ahyar Abduh

 

Tuan Guru Haji Ahyar Abduh berfoto bersama siswa di sekitaran Taman Sangkareang, Mataram, ketika NTB menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional tahun 2016. FOTO AGUS SANTHOSA/RRI MATARAM

Walikota Mataram periode 2010-2015 dan 2016-2021 Tuan Guru Haji Ahyar Abduh menjadikan keberagaman sebagai modal membangun Kota Mataram.

Pilihan tersebut tepat setelah melihat kondisi sosial masyarakat Mataram serta sistem politik yang dapat diimplementasikan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Demikian disampaikan Direktur Policy Plus lembaga riset dan konsultan kebijakan publik dan hukum di Mataram Dr. Adhar Hakim, SH., MH., ketika diwawancarai sesaat setelah informasi seputar meninggalnya TGH Ahyar Abduh, Selasa (4/4/2023), tersiar di aplikasi komunikasi Whatsapp.

Sempat dirawat di rumah sakit dalam beberapa hari dan kemudian dikabarkan membaik, TGH Ahyar Abduh meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

Adhar menuturkan, Tuan Guru Ahyar, demikian beliau biasa dipanggil cukup lama tak tersorot kamera wartawan setelah tak lagi menjadi Walikota Mataram. Ketokohannya sebagai pemuka agama di Mataram tampaknya menjadi kesibukan utama Tgh. Ahyar Abduh. Berbeda dengan sebelumnya yang sangat sibuk, lincah dan dinamis dalam menghadiri berbagai pertemuan.

Adhar Hakim menyatakan Ahyar adalah pribadi yang menyenangkan dan santun. Cenderung menghindari konflik dan melihat potensi Kota Mataram yang plural. Sikap tersebut mencerminkan modal sosial warga Kota Mataram yang cukup untuk menuju metropolitan.

Baca Juga :  Kedutaan Amerika Serikat Kenalkan Beasiswa dalam AICIS 2022

Adhar mengatakan, Kota Mataram menjadi perjalanan politik TGH Ahyar selama 20 tahun. Karir politik dimulai dari DPRD Kota Mataram diteruskan dengan mendampingi Walikota Mataram periode 2005-2010 Moh. Ruslan.

Diangkat menjadi walikota dua periode menjadikannya sebagai orang yang ikut meletakan dasar pembangunan Kota Mataram yang religius. Menyusul pembangunan infrastruktur jalan di seputaran kota serta membuka akses wilayah yang lokasinya dekat Mataram.

Sumber: rri.co.id/mataram

Foto &  berita: Agoes Santhosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *