HeadlinesOrganisasi

Bincang Asik Komunitas Siapa Kamu Indonesia tentang Next Generation Crisiss Indentity

RADIO SINFONI, Mataram — Radio Sinfoni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram melakukan kerjasama dengan Komunitas Siapa Kamu Indonesia,
Komunitas Siapa Kamu Indonesia menggelar acara bincang asik dengan tema “Next Generation Crisis Indentity VS The Future”. Acara ini dilaksanakan di Cafe Savah Mataram, Sabtu (7/4/2023).

Acara ini dihadiri oleh Dekan FDIK UIN Mataram Dr. Shaleh Ending M.A., Founder Siapa Kamu Indonesia Putri Nurida Fitriani, S.I.Kom, M.A., Dokter Spesialis Jiwa Dr. Danang Nur Adiwibawa, SpKJ., Hasanuddin SE, Sy., selaku Founder of Sangor Green Indonesia, serta 60 orang peserta dari lintas universitas.

Dr. M Shaleh Ending, M.A., sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan sharing season yang di adakan oleh Komunitas Siapa Kamu Indonesia.

“Kegiatan kemarin sangat bagus karena bertemunya para praktisi dan mahasiswa lintas Universitas, ke depan kegiatan seperti ini bukan sebatas hadir dalam ruangan tetapi peserta dapat ikut terlibat dalam mengarifi dan bisa berbaur dengan lingkungan,” tuturnya.

Kepribadian dibentuk dari tiga faktor yaitu keturunan, pola asuh, dan lingkungan. Hal tersebut sangatlah penting untuk di realisasikan Generasi Z saat ini. Seperti yang disampaikan oleh Dr. Danang Nur Adiwibawa, SpKJ.

Baca Juga :  Tantangan 52 Tahun ASEAN Bidang Ekonomi (3)

“Tentu masalah yang lagi in saat ini yaitu masalah mood yang naik turun, ini kembali kepribadian kita, kita tahu kepribadian dibentuk dari 3 unsur yaitu gen (keturunan), pola asuh dan lingkungan,” ujarnya.

Selain diadakan sharing season kegiatan ditutup dengan acara buka bersama.

Peserta sharing season menanggapi bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Siapa Kamu Indonesia dapat membantunya untuk menyikapi masalah mental dan krisis identitas.

“Acaranya seru yang dibahas relate banget sama struggle anak muda, kegiatan ini juga membuat kita lebih bersemangat dalam menggapai prestasi dalam perkuliahan dan punya bekal untuk menyikapi masalah mental dan krisis identitas,” ucap Naswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *