HeadlinesOlahraga dan Seni

Dialog-dialog Imajiner Kanvas Prototipe Pendidikan Masa Depan

Foto-foto Agus Santhosa

RADIO SINFONI, Mataram – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat  berkolaborasi dengan para Pendidik dan Peserta didik se – NTB, menyelenggarakan pameran seni yang bertajuk “Prototipe Imajiner: Pendidikan Masa Depan” di halaman Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat pada, Senin (8/5/2023).

Pameran ini dibuat menggunakan sistem undangan,  dimana pihak penyelenggara bersama kurator mengundang sekolah-sekolah yang belum pernah mengikuti atau berkesempatan untuk berpameran dalam skala regional. Dalam pameran ini diikuti oleh 25 sekolah SMP-SMA/SMK Se-NTB, dengan jumlah peserta 46 Orang yang terdiri dari 19 pendidik dan 27 peserta didik, yang bertujuan memposisikan pendidik dan peserta didik dalam kapsitas individu yang memiliki kebebasan berekspresi, mengembangkan potensi kreativitas dan kapasitas intelektualnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furaqan, S. Pd., M. Pd. Saat ditemui kru sinfoni mengatakan bahwa pameran Senirupa ini merupakan suatu hal yang terbaru diadakan, karena memadukan karya seni yang ekspresional dengan teknologi.

“Hal ini merupakan sesuatu hal yang baru dan berani, yang saya liat protoptipe imajiner ini, tidak sekedar hasil canvas dan kuas tetapi juga melibatkan pemanfaatan teknologi,  jadi menurut saya terobosan yang cukup bagus untuk memberi ruang kepada para perupa yang konvensional maupun para siswa maupun guru yang sedang memanfaatkan teknologi”, Ujar Aidy.

Baca Juga :  Sinfoni Gelar Keakraban di Wisata Kebun Ayu

Ia juga menambahkan strategi pemerintah untuk menguatkan konsep pendidikan yang bertajuk kebebasan berekspresi bagi para siswa di Indonesia, serta pendapat tentang karya senirupa yang tidak dapat di buat oleh kecanggihan teknologi robotisasi masa depan.

“Sudah diberikan ruang melalui kurikulum merdeka dengan hadirnya project penguatan profile pelajar pancasila,  jadi apapun tantangan yang datang sudah di sediakan responsif dan ruang bagi para pelajar untuk menyampaikan ekspresinya sesuai dengan perkembangan zaman, lalu karya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi robot adalah karya seni berupa motif yang berkaitan dengan perasaan, ekspresi, emosi, dan sentuhan, robot tidak akan bisa melakukan hal tersebut”, Tutup Aidy.

Andi Ramdani selaku pengunjung dalam pemeran tersebut mengaku sangat bangga dan senang dengan karya-karya yang ditampilkan.

“Menurut sayaa pameran ini sangat bagus untuk kami para pelajar, selain meningkatkan kreativitas, kita juga dapat belajar tentang memaknai sebuah lukisan, saya sangat bangga dan senang sekali”, ujar Andi.

Terakhir Mahzan Syaro’ir selaku Kurator pameran tersebut dalam tulisannya menyampaikan Harapan dan ucapan selamat  kepada para peserta dan terimakasih kepada  pengunjung  yang datang pada pameran tersebut.

Baca Juga :  Potret Murah Meriah di Jalan Udayana

“Harapan kami pada pameran ini akan merangsang perubahan yang semakin personal dan fleksibel dalam  dunia pendidikan, dengan peserta didik yang semakin kreatif dan produktif dalam berkarya. Dan juga kami mengucapkan selamat kepada para peserta dan Terimakasih kepada para pengunjung yang jadir dalam pameran ini”, ujar Mahzan, dalam tulisannya.

Naskah: Dian Ferdinawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *