HeadlinesOrganisasi

Festival Sasambo, Pertunjukan Generasi Muda untuk Warisan Budaya

RADIO SINFONI, Mataram – Melalui Kesadaran dalam menghidupkan kembali adat dan tradisi yang mulai pudar pada ruang lingkup mahasiswa, Festival Sasambo 2024 menjadi poros utama dalam merealisasikan kembali nilai-nilai budaya yang harus dipegang oleh generasi muda, dan kesuksesan yang dihadiri oleh Kasama Bidom Universitas Mataram, di Aula Tertutup Taman Budaya, Kota Mataram, NTB, Rabu (1/5/2024).

Festival ini meliputi tiga suku, yaitu Sasak, Samawa Mbojo, yang tercampur dalam bingkai Sasambo dan bersatu dalam keberagaman budaya, dengan tujuan agar warisan budaya dan adat istiadat menjadi sebuah identitas alami yang harus dilestarikan oleh generasi muda terutama pelajar, dan digelar selama lima hari.

“Kita memelihara ini sebagai identitas yang harus dilestarikan dan kami kembangkan sehingga generasi kedepannya tidak asing dengan warisan budaya dari suku kita,” ujar Ketua Umum Kasama Bidom Unram, Aba To’i pada saat ditemui.

Festival Sasambo memberikan akses untuk berpikir kreatif kepada pelajar dan menampilkan budaya mereka masing-masing dengan mengadakan lomba Tari Khas Budaya Sasambo, Fashion Show, Drama Budaya, serta penempilan akustik khas lagu daerah masing-masing peserta lomba, dan diikuti oleh seluruh paguyuban yang ada di Kota Mataram.

Baca Juga :  KKP UIN Mataram dan Kades Taman Sari, Gunungsari, Lakukan Pengjijauan di Bendungan Medas

“Pengadaan lomba ini bersifat persuasif, karena memacu semangat mahasiswa untuk berpikir kreatif dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya yang ada di daerah masing-masing,” ujar Panitia Festival, Riski Maulana.

Selain itu antusiasme dari mahasiswa yang datang, menjadi semangat tersendiri dalam merawat budaya dan menerbitkan dengan pertunjukan seni yang ada dalam ruang lingkup suku Sasak, Samawa, Mbojo.

“Nostalgia banget, kayak mengingat masa kecil yang selalu diajarin tentang tradisi dan budaya oleh orang tua di rumah,” tutur Mega salah satu pengunjung Festival Sasambo.

Melestarikan budaya tidak mungkin hanya sebatas memberikan partisipasi pasif kepada generasi muda, tetapi harus terus aktif dalam membentuk generasi muda agar mau menjadikan budayanya sebagai identitas abadi dalam diri.

“Saya harap bagaimana budaya ini akan terus berkembang di era disrupsi teknologi yang semakin berkembang ini, supaya nanti budaya kita tetap dilestarikan dan dijaga, serta menjadi simbol perastuan bagi mahasiswa Sasambo yang ada di Kota Mataram,” tutup Aba To’i, Ketua Umum Kasama Bidom Unram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *