Ekspedisi Ke Mars dan Penjelajahan di Bulan

Jika tidak ada aral melintang, manusia akan mendarat di Mars dalam 14 tahun ke depan. Warga yang kini berusia 39 tahun,  akan menyaksikan pendaratan tersebut di umur 53 tahun. Waktu yang tidak singkat, tapi persiapan sudah dimulai menuju 2033.

RADIOSINFONI.COM: Pendaratan di antariksa bukan hal baru bagi umat manusia. Setengah abad lalu, tepatnya 20 Juli 1959, manusia untuk pertama kalinya berhasil menjejakan kaki di Bulan. Adalah Neil Amstrong, astronot berkebangsaan  Amerika Serikat  yang pertama  menjejakan kaki di Bulan dengan roket Apollo 11. Roket berawak  yang menghabiskan dana pembuatan sebesar 25 miliar dollar Amerika Serikat atau 2,5 triliun rupiah, jika dikurskan ke rupiah dan dilakukan sekarang. Fantastis memang, poyek yang berlatar belakang  perseteruan  dengan Uni Soviet. Lebih lagi, sebelum Neil berjalan di Bulan, Moskow sempat  mengirim Yuri Gagarin menuju satelit milik Bumi.

Pendaratan manusia di Bulan pada satu sisi  menjadi satu lompatan besar bagi umat manusia untuk meneliti semesta.  Tak kurang dari 10 roket telah diterbangkan ke angkasa. Untuk kepentingan  komunikasi atau riset tentang Bulan.  India baru saja melepaskan roket pelambung Satelit Geosynchronous MkIII, yang membawa Chandrayaan-2 tanpa awak. Misi berbiaya 146 juta dollar AS ini akan melakukan pendaratan di kutub selatan Bulan yang belum pernah dieksplorasi. Aktivitas lusat ruang angkasa India mensejajarkan Negara Mahatma Ghandi dengan AS, Rusia, China dalam mengirim misi ke Bulan.

Baca Juga :  Materi Konferensi AICIS 2022 Religiosity and Social Economic Conditions and The Entrepreneurial dari UGM

Bagi AS, petualangan di Bulan dikerjakan melalui 17 kali misi Apollo. Tiga misi dinyatakan gagal dan 11 misi menuju bulan. Apollo  telah membawa 33 orang  antariksawan. Ada  27 orang yang  mencapai Bulan, 24 orang hanya mengorbit, dan 12 orang berjalan di permukaan Bulan.

Melihat Apollo, perjalanan ke Mars lantas bukan sesuatu yang mustahil.  Misi yang tidak melulu bersandar pada ambisi, melainkan sebuah lompatan  baru menuju lompatan berikutnya. Baik  di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atau sains, seperti pendaratan di Bulan 50 tahun silam yang telah menimbulkan gairah sains di permukaan Bumi.

50 tahun penjelajahan di bulan (foto: AFP Press)

Pendaratan di Mars adalah sebuah gagasan besar untuk umat manusia, bahkan berpotensi menjadi wahana baru. Upaya India mengirim roket Senin (22/7/2019) menjadi titian ke Mars. Keberadaan molekul air di Bulan dipercaya mampu menjadi lokasi transit pengisian bahan bakar roket sebelum ke planet merah.

Jika berjalan sesuai rencana, bukan mustahil ucapan Amstrong akan terdengar lagi. Kemungkinan datang  dari salah satu antariksawan perempuan AS yang digadang-gadang bisa menjelajah Mars.“Satu langkah kecil manusia, satu lompatan besar umat manusia.”. (AGUS SANTHOSA/KOMPAS*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: