Seribu Pesona di Pulau Seribu Masjid

Gerbang Desa Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

bisnisntb.info, Lombok Tengah: Sudah tahukah kalian? Kalau pulau Lombok sedang berkembang sangat pesat khusunya pada bidang pariwisata. Saat ini, Lombok dikenal dengan destinasi wisata halalnya lo! Mungkin ada dari pembaca yang belum mengunjungi kota kecil namun berjuta pesona ini! Indonesia adalah salah satu negara yang terkenal dengan keanekaragman suku, bahasa dan budaya, dan tentunya dengan keunikan masing-masing. Di antara suku-suku tersebut, salah satunya adalah Suku Sasak, yang mendiami pulau Lombok. Suku Sasak merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia dengan berbagai keunikan budaya-budaya yang dimilikinya. Dan di antara budaya-budaya yang paling terkenal itu adalah, gendang beleq, menenun/nyeseq, bau nyale, peresean, begasingan, nyongkolan dan masih banyak lagi budaya-budaya yang tersimpan di pulau yang dijuluki pulau seribu masjid. Budaya-budaya tersebut masih bisa kalian nikmati jika berkunjung ke pulau Lombok. Selain wisata budaya, Lombok juga terkenal dengan keindahan alam yang masih terjaga.

Nah, bagi kalian nih! Para pembaca, sudahkah kalian mengunjungi pulau ini? Kalau belum, sebaiknya kalian membuat rencana untuk mengunjungi pulau kecil ini. Lebih lagi pulau Lombok terkenal dengan pantainya yang masih belum tercemar, dan masih sangat segar, cocok sekali dengan gaya remaja masa kini, yakni pencinta alam. Nah, bagi kalian atau pembaca yang mengaku atau merasa dirinya pencinta alam Lombok merupakan pilihan yang tepat. Selain pencinta alam, yang lagi populer di kalangan remaja adalah sosial media, di mana dengan mengunjungi tempat-tempat yang indah dan belum dikenal banyak orang, mungkin akan menjadi nilai tambah bagi ke populeran di media sosial pembaca. Apakah pembaca tertarik untuk membuat sebuah rencana perjalanan?

Pantai Kuta, Lombok Tengah

Bicara jalan-jalan rasanya tidak lengkap jika tidak membicarakan oleh-oleh atau buah tangan. Terkadang kita bingung mau oleh-oleh apa buat saudara ketika balik dari jalan-jalan! Namun, jika kalian mengunjungi pulau Lombok, kalian tidak usah khawatir ingin membeli oleh-oleh untuk saudara yang ada di rumah, kalian tidak usah bingung, karena di Lombok banyak sekali barang-barang khas Lombok yang bisa dijadikan oleh-oleh. jadi kalian cukup mendatangi tempat-tempat yang sudah direkomendasikan oleh penulis, karena tempat yang direkomendasikan oleh penulis merupakan oleh-oleh khas Lombok yang lagi hits banget. Penasaran nggak? Baca aja sampai selesai!.

Tenun di Desa Sade

Tempat pertama yang bisa kalian kunjungi untuk membeli oleh-oleh adalah Desa Sade. Desa Sade merupakan desa yang masih memegang erat budaya sasak, jadi saat mengunjungi desa ini kalian akan disuguhkan dengan budaya asli Sasak , seperti bangunan rumah, di mana bangunan rumah yang ada di Desa Sade masih sangat tradisional, karena mereka masih mempertahankan kebudayaan. Jadi, jika para pembaca menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Desa Sade, maka kalian akan dimanjakan dengan suguhan Suku Sasak yang masih sangat tradisional. Pemandangan unik yang juga jarang kalian temui di wilayah-wilayah lain kecuali Desa Sade adalah menenun, jadi para perempuan yang ada di Desa Sade rata-rata memiliki kemampuan menenun, sehingga di Desa Sade ini akan banyak ditemukan jejeran kain tenun. Sehingga, para wisatawan jika berkunjung ke Desa Sade biasanya mereka akan membeli kain khas Sasak, kain ini biasanya dijadikan buah tangan oleh para wisatawan, karena pada kain tenun khas Sasak memiliki keunikan tersendiri, seperti ada motif tokek dimana motif ini dipercaya dapat memberikan keberuntungan kepada pemakainya, ada juga motif  subhanale, kain tenun subhanale memiliki kekhasan sendiri dibandingkan dengan kain tenun lain. Motif-motif itu merupakan warisan dari leluhur Suku Sasak, sehingga mereka tidak membuat motif-motif dengan sembarangan.

Baca Juga :  Tantangan 52 Tahun ASEAN Bidang Ekonomi

Selain itu juga, keunikan dari tenun khas Sasak juga terdapat pada bahan pewarna yang digunakan, yakni menggunakan pewarna alami seperti biji-bijian, kulit kayu, umbi, bunga, buah, akar dan daun tanaman. Dan uniknya lagi, perempuan Sasak pada zaman dahulu harus bisa menenun karena itu merupakan syarat untuk menikah, jika seorang wanita ingin menikah namun belum bisa menenun maka akan dikenakan denda. Sebab ketika seorang wanita Sasak  menikah dia harus membuat tiga kain tenun, yakni satu untuk dirinya sendiri, satu untuk suami dan satu lagi untuk mertua perempuan. Wah, sungguh budaya yang sangat unik! Saat mengunjungi Desa Sade, bukan hanya jalan-jalan yang kalian dapatkan ketika mengunjungi tempat ini tapi juga bisa langsung membeli oleh-oleh khas Lombok banget. Di desa ini, bukan hanya kain tenun yang bisa di beli, ada juga pilihan pernak-pernik yang di jual, yang tentunya khas Lombok banget. Wah, sepertinya seru sekali mengunjungi Desa Sade!.

Nah, saat kalian berkunjung ke Desa Sade kalian juga bisa merasakan menenun, karena kalian bisa langsung mencobanya, karena para perempuan yang ada di Desa Sade biasanya, menenun di depan rumah atau di samping rumah mereka, sambil menjajakan hasil tenun mereka. Nah, untuk mengunjungi Desa Sade kalian bisa berpatokan pada Bandara Internasional Lombok,  karena jarak dari Bandara menuju Desa Sade hanya berjarak  sekitar 7 KM, jika dari kota Mataram kalian bisa menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam.

Baca Juga :  Pembentukan Identitas Islam Modern di Dunia

Tas Ketak

Tempat yang kedua yang kalian bisa kunjungi adalah tempat pembuatan tas yang lagi hits banget di media sosial. Nah, pembaca udah bisa kebayang nggak? Tas yang dimaksud penulis itu tas yang mana? Ayo ada yang tahu? Penulis kasih arahan ya! Tasnya  terbuat dari anyaman, sudah bisa tebak belum? Kalok belum payah banget deh, atau belum pernah lihat, atau sudah punya? Kalau belum, nih penulis kasih tahu tempat yang bisa dikunjungi untuk mendapatkan tas yang lagi hits banget. Jadi di Desa Beleka terdapat sentra industri kerajinan tangan yang membuat berbagai macam kerajinan tangan yang dinamakan anyaman ketak. Ketak itu sendiri di dapatkan dari nama tumbuhan itu sendiri, jadi ketak itu adalah tumbuhan liar yang dibuat menjadi kerajinan tangan. Wah kreatif sekali ya! Para masyarakatnya. Bukan hanya itu, jika kalian mengunjungi desa ini kalian bisa langsung mengamati proses pembuatanya langsung, jadi kalian bisa langsung melihat proses pembuatanya, sekalian belajar juga. Bukan hanya melihat, kalian juga bisa langsung mencoba untuk membuatnya sendiri lho! Jadi, kalian para pembaca bisa jalan-jalan sambil belajar menambah pengalaman. Oleh-oleh tersebut, sebenarnya bisa juga di dapatkan di berbagai tempat destinasi wisata yang kalian kunjungi seperti destinasi wisata pantai kalian akan menemukan, oleh-oleh khas Lombok, namun akan lebih berkesan jika mengunjungi tempat pembuatanya langsung. Desa Beleka ini terletak sekitar 57 KM dari Bndara Internasional Lombok.

Nah, jika berkunjung ke pulau Lombok jangan lupa mampir ya! ke tempat pembuatannya langsung. Ini juga bisa mengurangi biaya karna di beli langsung pada tempat pembuatanya. Jadi bisa beli banyak untuk di bagikan ke keluarga dan kerabat. (SITI RAHMAWATI/foto : AGUS SANTHOSA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: