Kisah Epos Asterix – Obelix dan Tragedi Romawi

Oleh: Agus Santhosa

Sejak 1961 seri petualangan Asterix telah diterjemahkan ke dalam 110 bahasa di dunia. Salah satunya dalam bahasa Inggris yang terbit tahun 2017 di Inggris. (Foto).

MATARAM–Dua ribu sembilan belas dapat dibilang menjadi tahun film berlatar belakang sembilan puluhan karena terdapat beberapa film yang pernah diputar di tahun sembilan puluhan kembali diputar dalam format yang lebih hidup. Berdimensi lebih tinggi dan teknologi suara yang mempuni. Wajar, sebab teknologi perfilman semakin canggih. Baik Aladin maupun Lion King. Tak ketinggalan cerita Asterix.

Asterix: The Secret of the Magic Potion merupakan film produksi Perancis yang rilis di Indonesia pada bulan ini.  Skenario ditulis oleh Goscinny dan Uderzo yang tak lain adalah  penulis cerita dan gambar Asterix mulai 1961 di Prancis. Mengisahkan tentang dukun terbaik bangsa Galia, Getafix yang jatuh ke hutan saat mencari bahan untuk membuat ramuan (di komik dikenal Panoramix).

Getafix pun merasa malu lantaran ada anggapan bahwa dukun terbaik tidak pernah terjatuh. Setelah pulang, Getafix memutuskan untuk mencari penerus.
Getafix menemui satu per satu dukun terbaik dunia dibantu oleh Asterix dan Obelix. Setelah terpilih, dukun muda akan diajarkan membuat ramuan ajaib.

Baca Juga :  Olahraga Prestasi Populer Dunia Mulai Dari Manchester United

Kabar pencarian pengganti Getafix terdengar oleh dukun jahat bernama Demonix. Ia ingin mengetahui resep ramuan ajaib yang membuat Galia tidak terkalahkan. Pada saat yang sama memang sedang terjadi perang antara bangsa Romawi dan bangsa Galia. Bangsa Romawi menyerang Galia di bawah kepemimpinan Tomcrus.

Perseteruan Romawi – Galia tergambar juga di kisah Asterix Pejuang Galia. Galia tetap menunjukan perlawanan matia matian terhadap Romawi. Asterix sendiri adalah tokoh utama, seorang prajurit bertubuh kecil dan cerdas. Dia memperoleh kekuatan luar biasa berkat ramuan ajaib buatan Panoramix. Obelix sahabat Asterix, seorang pengantar batu menhir bertubuh besar. Selain Asterix dan Obelix terdapat tokoh Panoramix, dukun terpercaya di Desa Galia. Assurancetourix, penyanyi berbakat dan Abbaracourcix, kepala desa Galia.

Dialog Asterix dan Obelix di Asterix Pejuang Galia. (Foto).

 

Terbit 48 halaman

Cerita Asterix sangat populer di tahun sembilan puluhan, sebelum dicetak PT Gramedia (sekarang). Gambar tokoh seluruhnya berwarna. Umumnya terbit sampai 48 halaman.

Asterix pada awal terbit tercatat 12 judul. Antara lain, Asterix Pejuang Galia, Asterix dan Orang-Orang Goth, Asterix Gladiator, Asterix dan Cleopatra, Asterix di Inggris, Asterix dan Orang-Orang Normandia, Asterix Prajurit Romawi, Asterix di Olimpiade. Namun, berdasar situs resmi Asterix, hingga 2019, komik ini masih terbit dan membukukan sekitar 38 judul periode 1961-2019.

Baca Juga :  Rambatan Properti ke Anak Muda NTB

Dikisahkan, Asterix pertama muncul di majalah mingguan Pilote, 29 Oktober 1959. Sejak Pejuang Galia disusul 37 judul selanjutnya, 7 majalah dijadikan film, dan diburu kolektor. Epos ini diterjemahkan ke dalam hampir 110 bahasa dan dialek, dan laku keras. (Asterix Pejuang Galia/www.asterix.com/Tribunnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: