Pemda NTT dan AIHSP Gelar Kickoff VACCINE Project

RADIOSINFONI, Kupang – Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children Indonesia dan CIS Timor meluncurkan Program Percepatan Vaksinasi COVID-19 atau VACCINE Project untuk empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini secara khusus menyasar kelompok masyarakat rentan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, perempuan, dan anak.

Kegiatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia dilakukan oleh pemerintah sejak Januari 2021. Namun setelah 1,5 tahun vaksinasi berjalan, distribusi cakupan vaksin belum merata dan inklusif di seluruh Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu dari provinsi yang mengalami kendala memenuhi target vaksinasi inklusif, yakni vasinasi untuk kelompok rentan.

“Kami sangat mendukung adanya program percepatan vaksinasi yang dilaksanakan AIHSP melalui kemitraan dengan Save the Children dan CIS Timor di Kabupaten Belu, Timor Tengah Selatan, Sabu Raijua, dan Sumba Barat Daya. Ini sangat sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan, termasuk disabilitas dan lansia, agar mencapai target cakupan vaksinasi COVID-19 di atas 70% atau herd immunity,” ungkap Ruth Laiskodat, Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada 22 Agustus 2022, cakupan vaksinasi COVID-19 untuk kelompok lansia masih tergolong rendah, yaitu 66,2% untuk dosis pertama dan 48,7% untuk dosis kedua. Kemudian, untuk masyarakat umum dan kelompok rentan, cakupan vaksinasi dosis ketiga atau booster masih 22%. Cakupan ini berada di bawah rata-rata cakupan nasional. Padahal di tingkat nasional saja, hingga pekan ketiga Agustus 2022, cakupan vaksinasi dosis kedua baru mencapai 72,68% dari target pemerintah.

“Penyelenggaraan vaksinasi dan penyampaian materi komunikasi, informasi, dan edukasi seputar COVID-19 harus inklusif sehingga dapat diakses oleh semua kelompok, termasuk kelompok rentan di daerah terpencil sekalipun. Upaya ini adalah tanggung jawab bersama semua pihak baik pemerintah daerah, mitra pembangunan, serta masyarakat itu sendiri,” tutur John Leigh, Team Leader Program AIHSP.

John Leigh berharap program vaksinasi ini benar-benar menjangkau semua orang, terutama kelompok rentan. “Ini menjadi penting demi memastikan semua orang dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan yang berbeda, termasuk penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan kelompok rentan lainnya dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus berpikir berkali-kali karena berbagai hambatan yang mereka hadapi di lapangan. Kita belum terlindungi bila belum semua orang terlindungi,” tambahnya.

Baca Juga :  Pebalap Semakin Kencang di Hari Terakhir Tes Pramusim MotoGP Mandalika

Dalam VACCINE Project di NTT, AIHSP melalui Save the Children Indonesia dan CIS Timor hendak mendukung program pemerintah dengan melakukan dukungan mobilisasi vaksinasi COVID-19 untuk kelompok masyarakat rentan. Total sasaran program sekitar 69 ribu shot vaksin untuk 40 ribu orang di empat kabupaten, yaitu Belu dan Timor Tengah Selatan di Pulau Timor, Sabu Raijua di Pulau Sabu, dan Sumba Barat Daya di Pulau Sumba. Program akan berjalan sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023.

“Cakupan vaksinasi COVID-19 di empat kabupaten ini khususnya bagi masyarakat rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak masih terbilang rendah. Hal ini dikarenakan keterbatasan akses, mobilitas, dan informasi. Untuk itu, penting adanya prioritas pemerataan dan percepatan vaksinasi COVID-19 karena dengan anggota keluarga dewasa sehat dan bebas dari risiko penularan COVID-19, anak-anak juga akan lebih terlindungi,” jelas Rosianto Hamid, Chief of Program Impact & Creation Save the Children Indonesia.

Untuk mengawali program, AIHSP bersama Save the Children Indonesia dan CIS Timor mengadakan acara peluncuran dan sosialisasi program di Kota Kupang pada Selasa, 23 Agustus 2022. Selain mengenalkan VACCINE Project, acara ini diharapkan dapat membantu identifikasi sumber daya yang terlibat dalam upaya percepatan vaksinasi COVID-19 untuk kelompok masyarakat rentan, serta identifikasi dukungan yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah.

Program Percepatan Vaksinasi COVID-19 di NTT ini dijalankan bekerja sama dengan beberapa institusi pemerintah seperti Satgas COVID-19, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas PPPA, Dinas Pendidikan, Bappeda, BPBD, Polda, dan TNI. Selain itu, program ini juga bekerja sama dengan 64 organisasi masyarakat lokal, organisasi berbasis masyarakat, dan organisasi masyarakat disabilitas, antara lain PMI NTT, Perkumpulan Penyandang Tuna Daksa Kristiani (Persani), Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin), Asosiasi Penyandang Disabilitas (APDIS), Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT).

Baca Juga :  Peringatan Isra Mikraj 1443 H Tingkat Provinsi NTB

Selesai.

Tentang AIHSP
Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) adalah program 5 tahun (2020–2025) yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan kesehatan nasional di Indonesia.
Tujuan utama Program AIHSP adalah untuk memperkuat sistem di Indonesia demi mencegah, mendeteksi, dan merespon kedaruratan kesehatan masyarakat dan hewan akibat penyakit menular yang baru muncul, serta meningkatkan koordinasi tanggapan terhadap ancaman kesehatan nasional, regional dan global. | www.aihsp.or.id

Tentang Save the Children Indonesia
Save the Children Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia. Save the Children di Indonesia terdaftar dengan nama entitas Yayasan Save the Children Indonesia berdasarkan SK Kemenkumham No. AHU-0001042.AH.01.05 Tahun 2021. Di Indonesia, misi Save the Children dilakukan sejak tahun 1976. Detail lebih lanjut, dapat mengunjungi www.savethechildren.or.id.

Tentang CIS Timor
CIS Timor adalah NGO lokal di Kupang, NTT, yang berdiri pada 9 September 1999 dengan mimpi untuk mewujudkan kesejahteraan, kesetaraan, kesehatan, perdamaian, dan ketahanan terhadap bencana bagi masyarakat NTT dan Indonesia, melalui dua strategi utama, yakni Pengelolaan Risiko Terpadu dan Pembangunan Inklusif. CIS Timor sudah bekerja di seluruh wilayah NTT dan tanggap darurat bencana di beberapa wilayah di Indonesia. CIS Timor terdaftar dengan nama Perkumpulan Relawan CIS Timor berdasarkan SK Kemenkumham No. AHU-0066224.AH.01.07.Tahun 2016. Informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.cistimor.or.id.

Narahubung
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Dewi Sri Sumanah | Media and Brand Manager Save the Children Indonesia
Email: Dewi.Sumanah@savethechildren.o

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: