Upaya Mengurangi Sampah Plastik dengan Gelisah

RADIO SINFONI, Mataram — Sampah plastik dapat menjadi barang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan memiliki nilai yang ekonomis. Tindakan tersebut sekaligus sebagai tujuan untuk mengurangi pencemaran dan mengatasi kerusakan lingkungan. Kerusakan  yang disebabkan akibat membuang sampah plastik sembarangan.

Dari kondisi tersebut, berbagai usaha atau bisnis akhirnya tercipta berupa  pemanfaatan sampah plastik. Salah satunya melalui Gerakan Sampah Lingkungan atau GELISAH yang berlokasi di Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

GELISAH adalah sebuah komunitas yang berdiri 21 Februari 2019 atau bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional. Pendirinya  Lailatul Ulfah atau Ulfah. Dulunya  merupakan mahasiswi lulusan Fakultas Teknik Universitas Mataram.  Rumah tempatnya tinggal saat ini, sekaligus sebagai pusat kegiatan GELISAh. Lingkungannya yang berada di hilir sungai sehingga tak jarang menerima sampah dari hulu sungai.

Ulfah menyatakan bahwa tempat tinggalnya pernah terjadi banjir beberapa tahun lalu yang disebabkan sampah. Hal tersebut membuat Ulfah gelisah memikirkan bagaimana menanggulangi hal tersebut, sehingga tercipta sebuah komunitas yang dinamakan GELISAH atau Gerakan Lingkungan Sampah Nihil. Bersamaan dengan terbentuknya program kerja Sekolah Kasih Sampah sebagai wadah anak-anak hingga orang dewasa membuat karya melalui daur ulang sampah plastik.

Baca Juga :  Menangkap Momen Satwa Beraksi di Tiga Gili Lombok Utara

“Sampah yang dulunya adalah materia sisa dan tidak laku sekarang menjadi bermanfaat bagi anggota Komunitas Gelisah,” katanya September 2022 lalu kepada Tim Liputan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Mataram.

Menurut Ulfa, trik yang digunakan pada saat sosialisasi dengan cara mengadakan clean up serta doorprize agar masyarakat terarik selanjutnya memahami sampah serta menjadikannya bahan kampanye di sosial media, seperti facebook dan instagram. Masyarakat pun diperbolehkan untuk berkunjung ke GELISAH untuk belajar tata cara pengolahan sampah

Komunitas GELISAH mengolah dua jenis sampah, yaitu sampah organik dan non organik. Kemudian sampah organik dijadikan sebagai kompos dan non organik diolah menjadi nilai ekonomis dan bermanfaat seperti dompet, tas, note book, gantungan konci, ingke, dan lain-lain.

Terpisah, upaya yang hampir sama tengah dilakukan oleh TPS 3R Bonjeruk Asri yang bergerak dalam pengolahan sampah di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah. Ketua  TPS 3R Bonjeruk Asri Apriliawan Sukma mengatakan, TPS 3R Bonjeruk bergerak dalam pelayanan masyarakat tentang pengolahan sampah. Apriliawan menyatakan kesan pesannya yang sangat luar biasa pada saat berkunjung di GELISAH, kemudian mengapresiasi komunitas GELISAH yang telah mengubah sampah menjadi nilai ekonomis dan bermanfaat.

Baca Juga :  Go Green KPI UIN Mataram 2022

Di TPS 3R Bonjeruk Asri, sampah plastik masih menjadi sampah residu atau sampah yang tidak dimanfaatkan kembali. Apriliawan berharap akan segera mengolah sampah menjadi nilai ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: