The Bright and Dark Side of Social Media Materi di AICIS 2022 UIN Mataram

FOTO DAN TEKS BERITA AMALIA RADULATUL JANNAH

RADIO SINFONI, Mataram — Kegiatan parallel session merupakan rangkaian dari kegiatan Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) .kegiatan ini dibagi menjadi 2 session yang setiap session terdiri dari 5 panelist yang akan mempresentasikan hasil penelitiannya secara offline maupun online di Gedung fakultas ekonomi dan bisnis islam UIN Mataram pada Jumat (21/10/2022).

Penelitian yang dilakukan oleh Mukti Ali dari UIN Salatiga dari penelitiannya yang berjudul The Bright and Dark Side of Social Media On Real Life Consumption And Materialism: A Systematic Review. Pada penyampaian Panelist yang hanya diberi waktu 7-10 menit membuat menarik perhatian audiens.

Pembahasan mengenai sosial media masih menjadi isu hangat, peneliti menganalisis dari 1.964 jurnal dan 20 jurnal dipilih dari google scholar. Yang dimana penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah efek dari sosial media secara keseluruhan, apa dampak negatifnya dan bagaimana menanggulanginya. karena pada penelitian sebelumnya hanya meneliti tentang efek dari sosial media secara rasial.

Kesimpulan Dari sisi positif Sosial media influencer bisa sangat mempengaruhi followersnya dan berdampak positif bagi perekonomian, karena keinginan berbelanja semakin menumbuhkan ekonomi.kesimpulan kedua berdampak pada mampu meningkatkan kepercayaan diri bagi penggunanya ,namun memiliki dampak negatif yaitu efek bullying melalui media sosial

Baca Juga :  Dialog Terbuka SEMA FDIK UIN Mataram : Pentingnya Penanganan dan Edukasi Seks di Lingkungan Kampus

“Dari media sosial itu juga banyak efek dari cyber bullying sampai ada beberapa kasus yang kemarin say abaca di korea itu hanya sekedar di cyber bullying saja bisa sampai ke level bunuh diri” paparnya

Penggunaan media sosial terlalu banyak berdampak teknostress karena banyaknya informasi yang didapatkan Mukti Ali mengatakan “terlalu banyak scroll-scroll media sosial berdampak negatif pada prestasi akademik, contohnya mahasiswa kebanyakan mendapatkan informasi dari internet terutama dari tiktok, sedikit-sedikit nangkep tapi justru malah tidak mendapatkan kebaikan dari situ”

“Jika di pakai secara baik dan perposional maka akan baik begitupun sebaliknya, namun melakukan pelarangan terhadap sosial media justru kontraproduktif.pengguna tidak boleh dalam jangka waktu yang terlalu lama karena kehidupan nyata dan Maya harus seimbang”. Ujarnya kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: