Madrasah Inklusif dalam Perspektif Guru dan Orang Tua dalam Parallel Session AICIS 2022

FOTO DAN TEKS BERITA NELDA HANNIA

RADIO SINFONI, Mataram — Parallel Session dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) dilaksanakan di UIN Mataram pada 21 Oktober 2022.Para panelist berasal dari seluruh Perguruan tinggi Islam Negeri Indonesia(PTKIN) yang berlangsung secara hybrid dan terbagi menjadi 13 Kelas. Setiap kelas memiliki dua sesi, Dimana terdiri 5 panelist di setiap sesinya.

Agung Dwi Bahtiar yang merupakan panelist dari IAIN Madura yang memaparkan hasil penelitiannya tentang pendidikan madrasah inklusif dengan judul “The Implementation of Inclusive Education in Madrasah An: Exploratory study of teacher and parents perception”.

Penelitian ini bekerjasama dengan Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) yang membandingkan pendapat guru dan orang tua dalam sebuah kuisioner.

“Kuisioner disebar untuk 100 guru dan 100 untuk orang tua murid,” ungkapnya.

Dalam kuisioner tersebut menghasilkan bahwa mayoritas orang tua menyetujui anaknya bersekolah di madrasah inklusif. Namun mayoritas guru merasa belum menguasai metode dan memerlukan training khusus agar dapat menerapkan pembelajaran dengan prosedur yang tepat.

“Namun guru cenderung kurang memiliki bekal yang cukup dalam menerapkan pendidikan inklusif,” tambahnya.

Baca Juga :  Workshop Peningkatan Kompetensi FDIK UIN Mataram

Agung menyebutkan bahwa Kementerian Agama(Kemenag) belum terlalu fokus kepada Madrasah yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kemenag belum menyentuh madrasah secara khusus untuk anak berkebutuhan khusus,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: