Ekspedisi KPI di Perkebunan Kopi Berhawa Sejuk

Membagikan buku cerita menjadi pilihan mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram pada peliputan petani kopi, Minggu (14/5/2023), di Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Peliputan adalah rangkaian usaha mempublikasikan desa yang unggul. Sekaligus sebagai pusat ekonomi, budaya dan sosial. FOTI KPI4D

Ekspedisi sekaligus peliputan berita kali ini benar-benar membuat saya terasa terkagum-kagum. Mulai dari Tempat peliputan yang sejuk berhawa pegunungan serta tempat di mana saya mengetahui bahwa “membicarakan kopi tidak ada habisnya”.

Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, tempat kami menjalankan peliputan tentang Kopi. Mulai dari pembibitan biji kopi, sampai cara pengolahan kopi berikut jenis-jenisnya.

Yang membuat saya tertarik adalah tentang jenis penanaman kopi Arabika di Desa Sapit. Kopi yang hanya bisa tumbuh dan ditanam di ketinggian serta mempunyai waktu panen setahun sekali. Salah satu tantangan bagi masyarakat Sapit dalam budidaya perkebunan kopi.

Di balik kerja keras petani itu, kopi tentu memiliki keuntungan yang tinggi. Penanaman kopi Arabika sesuai dengan tren saat ini, karena di zaman sekarang seorang penikmat kopi sangat beragam, yakni orang tua, remaja, dewasa. Semuanya sangat menyukai kopi. Ini menjadi salah satu kesempatan dan keunggulan dari wilayah Sapit yang memberdayakan perkebunannya dengan berbagai jenis kopi, Termasuk Kopi Arabika yang begitu banyak peminatnya.

Baca Juga :  Joben Evergreen Wisata Alam Banyak Spot

NASKAH: KPI4D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: