BisnisHeadlines

Potensi Usaha Kedai Teh di Loka Karya Hotel Sheraton

Sumber: www.rri.co.id/mataram.

Sumber berita: https://www.rri.co.id/mataram/bisnis/275925/potensi-usaha-kedai-teh-di-loka-karya-hotel-sheraton utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

SEJARAH tanaman teh menjadi pembuka loka karya tentang teh yang berlangsung di Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort, Jumat (30/6/2023). Loka karya selama dua jam itu menghadirkan Christina Hambali, Branch Manager PT David Roy Indonesia, dan Cakra Virajati, penulis buku Tea Mixology.

Christina dan Cakra mengakui masih ada orang yang meremehkan teh, tetapi keduanya sepakat bahwa teh akan memiliki penikmat yang lebih banyak lagi di Indonesia. Dengan syarat, seorang peracik teh telah memahami kategori teh, takaran penyajian teh, suhu seduh teh, dan waktu seduh teh. Demikan intisari penyampaian Cristina dan Cakra di loka karya.

Director of Food & Beverages Sheraton Senggigi Beach Resort Sebastian Suanda mengatakan, Sheraton Tea Talk membahas produk minuman dari teh, dan sejarah teh di dunia. Tea Talk bertepatan dengan tahun ketiga pelaksanaan loka karya oleh Sheraton. Tahun 2022 bertema anggur, dan tahun 2021 bertema kopi.

The Origins of Tea diceritakan Christina Hambali di sesi pertama loka karya. Christina adalah distributor utama teh merek Dilmah di Indonesia. Ia menuturkan, teh di Cina pertama kali ditemukan oleh raja Shennong Ketika berteduh di bawah pohon teh.

Baca Juga :  ICT, UNICEF Indonesia, Siberkreasi, Gelar Edukasi Literasi Digital di UIN Mataram

“Pohon teh bila tidak dipetik pucuknya, tingginya bisa mencapai tiga meter,” kata Christina di depan peserta loka karya yang memiliki latar belakang beragam. Ibu Rumah Tangga, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, barista, dan konsumen kedai kopi.

Dikatakan Christina pula, teh juga dikenal di Sri Lanka. Industri teh di Sri Lanka diperkenalkan oleh James Taylor. James adalah seorang pekebun dari Skotlandia. Sri Lanka kemudian menjadi negara dengan perkebunan teh yang luas. Sementara Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor teh terbesar ketujuh di dunia.

Menurut Christina, industri teh berkembang setelah masyarakat mengetahui khasiat teh. Mengandung anti oksidan sehingga bermanfaat bagi tubuh untuk mencegah penyakit kanker, menangkal polutan, mencegah diabetes, dan kolesterol.

Ditambahkan Christina, ada empat kategori teh, yaitu black tea, oolong, green tea, dan white tea. Untuk bisa mendapatkan rasa, warna, dan khasiat, masing-masing teh memiliki perbedaan cara seduh. Misalnya black tea diseduh dengan suhu 100 derajat celcius.

Cakra Virajati mengatakan, untuk bisa menyajikan teh, produsen cukup memperhatikan jenis teh, takaran teh, suhu saat menyeduh, dan waktu seduh. Pemahaman itu kemudian diikuti teknik mencampur teh atau teknik mencampur minuman.

Baca Juga :  Hujan Bulan Juni Novel Sapardi Djoko Damono

Menurut Cakra, kedai teh dapat menawarkan berbagai jenis sajian teh kepada konsumen dengan rasa yang lebih beragam dan nama yang lebih kreatif melalui mencampurkan teh dengan berbagai varian rasa. Apalagi jika bahan-bahan yang digunakan disesuaikan dengan suasana hati.

“Pemilik kedai teh bisa berdialog dengan konsumen tentang produk yang dimiliki agar tersambung dengan kondisi konsumen,” kata Cakra.

Praktik menjadi akhir sesi Cakra. Peserta dengan hasil terbaik mendapat hadiah buku berjudul Tea Mixology. Buku yang ditulisnya dan terbit pada Februari silam. Berisi panduan membuat minuman teh dengan panduan hingga 20 resep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *