Pelestarian Tenun Alami oleh Dina dan Hilman di Praya

FOTO/TEKS SINFONI

RADIOSINFONI, Lombok Tengah — Pelestarian tenun alami menjadi konsentrasi suami istri Lalu Hilman dan Dina Faisal dalam mengapresiasi hasil tenun di Pulau Lombok di Lombok Tengah. Salah satu upaya itu dengan mengkampanyekan penggunaan benang dan pewarna benang alami dalam tenun.

“Benangnya benang kapas dan pewarnanya dari kulit kayu,” kata Dina Faisal ketika menerima Sinfoni, akhir Mei 2022, di Praya. Dina pun telah melakukannya saat menjadi peserta lomba tenun tingkat nasional.

Dalam lomba nasional itu dikatakan, panitia menginginkan keunikan dari peserta lomba. Sehingga Dina dan Hilman mengkreasikan kain tenun melalui metode sejarah. Kain tenun yang ada tidak dicuci dengan sabun atau diseterika. Tetapi cukup digulung dan diberi buah lerak.

Dina mendapat nominasi. Dina dan Faisal pun kemudian dikenal di tingkat nasional berkat inovasinya. Suami istri ini belum berpuas diri. Terus mengkampanyekan kelestarian kain tenun Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kehadiran mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di studio Bidadariku milik Dina Faisal di Praya, sudah menjadi pilihan pelaksanaan Mata Kuliah Radio. Dina Faisal mengapresiasi kehadiran tim.

Baca Juga :  Membuat Serabi Laklak Kota Mataram

“Terima kasih teman-teman sudah berkunjung dan ikut mendokumentasikan. Salam hangat dari kami di Praya, Lombok Tengah,” katanya dalam kolom chat UIN VISUAL RADIOMATARAM.

 

Penulis: Alba Utami Nazila dan tim & Kontributor

2 thoughts on “Pelestarian Tenun Alami oleh Dina dan Hilman di Praya

  • 23/08/2022 at 7:38 am
    Permalink

    Ini yang perlu diperbanyak. Kain Tenun tapi kalo bisa harga jualnya jangan terlalu mahal.

    Reply
    • 23/08/2022 at 10:19 am
      Permalink

      Terima kasih atas saran atau pendapatnya

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: